Sunday, June 29, 2014

Lebih Dari Bintang

Ia hadir seakan menghukumku!
Menunjukan ada belantara yang lebih luas diatas sana

Ia hadir seakan mengajariku!
Bintang bukan keindahan dari segalanya

Tuhan,
pencipta yang paling agung,
atas segala kesempurnaan...

Ia lebih dari bintang

Percakapan Bayi dengan Tuhan

Suatu ketika, seorang bayi siap dilahirkan ke dunia. Menjelang dikeluarkan ke alam dunia, dia bertanya kepada Tuhan yang menciptakannya:

Bayi: “Tuhan, para malaikat di sini mengatakan bahwa besok aku akan dilahirkan ke dunia. Tetapi, bagaimana caranya aku hidup di sana? Aku begitu kecil dan lemah.”
Tuhan: “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan selalu menjaga dan menyayangimu setiap saat.”
Bayi: “Tapi aku sudah betah di surga ini, apa yang kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagiku untuk bahagia.”
Tuhan: “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia.”
Bayi: “Apa yang dapat kulakukan kalau aku ingin berbicara padamu?”
Tuhan: “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”
Bayi: “Aku mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku Tuhan”?
Tuhan: “Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwa raganya.”
Bayi: “Tapi aku akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.”
Tuhan: “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.”

Saat itu surga begitu tenangnya … sehingga suara dari bumi pun dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya:

Bayi: “Tuhan… jika aku harus lahir ke dunia sekarang, bisakah Engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku itu nanti”?
Tuhan: “Kamu akan memanggil malaikatmu itu dengan sebutan: I… B… U …”
____________________

Friday, March 21, 2014

CANOPUS

Setiap senja menjemput malam
Aku terpana dalam angan
Mengingat mu merupakan ekstasi bagiku
Engkau seperti biduan yang selalu mengalunkan tiap denting melodi indah dalam pikiranku
Aku tenggelam...

Waktu sudah berlalu lama semenjak engkau bergejolak dalam sukmaku
Masih ku ingat saat-saat itu
Merintih tuk menginginkan kebersamaan denganmu
Dilema merundung setiap hariku
Kau sungguh menguasaiku

CANOPUS!

Itulah kau
Bersembunyi dibalik Sirius
Kilau sinar yang begitu mempesona
Pencipta keindahan langit malam

Tuhan...
Sungguh ciptaanMu itu menawan harga diriku
Ingin aku berdansa di bawah eksotisme pancaran cahayanya
Menguasainya... mimpiku!

Andai terjadi?
Jagat raya dan gugusannya pun milikku
Merasakan surga seperti yang banyak orang rasakan
Namun mengapa begitu sulit tuk mewujudkannya wahai Canopusku?
Memang!

Takdirkah dibalik layar ini?

Yang Maha Pembolak-Balik Hati...
Aku tak mengharapkan itu
Sekalipun itu kan ku coba tuk lawan
Kuharap surga itu masih ada

Tak lekang oleh waktu

AKU MENCINTAIMU

Sungguh...

-Ramadhan S

Sunday, September 29, 2013

Paskibra SMAN 26, Bukan Sekedar Ekskul!


Mungkin teman-teman sekalian pernah mengikuti berbagai ekskul di sekolah, seperti basket, futsal, KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), Band, Pramuka, PMR (Palang Merah Remaja),  dll. Saya pun juga pernah terlibat dalam berbagai ekskulsemenjak SD hingga SMA. Waktu SD saya mengikuti eksul bola, kemudian basket, kemudian Pramuka, kemudian Paskibra. Di SMP pun juga sudah beberapa ekskul saya coba hingga SMA. Namun dari semua ekskul yang pernah saya coba ada satu di antara ekskul  itu yang menarik perhatian saya, yaitu Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera).
Ketika kelas X saya diajak (atau dipaksa? Hahaha) oleh salah seorang teman saya untuk mengikuti Paskibra. Maka saya pun menyetujuinya, sebab saya merasa dapat keluar dan pergi dengan begitu saja. Namun beberapa waktu setelah saya jalani, saya menjadi mengerti bahwa Paskibra bukan hanya sekedar ekskul, namun Paskibra dapat dikatakan sebagai organisasi.
Perlu kita ketahui terlebih dahulu apa itu organisasi. Bahwa suatu organisasi dapat dikatakan organisasi jika ada tujuan dan struktur yang jelas, kemudian memiliki peran yang harus dipertanggung jawabkan oleh setiap anggota dan memiliki kebudayaan. Nah, perlu teman-teman ketahui bahwa ekskul Paskibra menerapkan sistem ke organisasian di dalamnya. Kita diajarkan untuk tanggung jawab,  disiplin, membina kekeluargaan, serta meningkatkan solidaritas antar sesama, namun bukan dalam hal negatif.
Yang menarik bagi saya adalah rasa kekeluargaan Paskibra yang sangat erat. Menurut saya mungkin tidak ada ekskul yang tetap menjaga silaturahminya dari angkatan pertama ekskul itu terbentuk sampai sekarang. Bahkan menjadi ajang reuni bagi tiap angkatan yang sudah lulus. Saya bisa mengatakan, mungkin tugas kita lebih berat dari pada PK (perwakilan kelas)dan OSIS. PK dan OSIS hanya bergerak dalam menjalankan program-program kerja nya. Namun tidak dengan Paskibra,  selain harus menjalankan  program-program kerja nya, kita juga harus ada di barisan setiap saat. Kan PK dan Osis tidak panas-panasan di tengah lapangan... hehehehe.
Nah, sekarang yang dipertanyakan adalah kuat kah kita bertahan dalam Paskibra itu sendiri ? Mungkin jawaban dan presepsi orang beda-beda namun sebuah alasan yang membuat saya dan teman-teman dapat bertahan adalah karena karena kehangatan dari sebuah kekeluargaan yang erat hingga seperti tali yang mengikat kita. Bukan dengan pakasaan, namun dengan rasa kekeluargaan yang tinggi.
Bagi saya, junior sama hal nya seperti adik saya sendiri hingga rasanya ingin terus berbagi pengalaman dan canda tawa bersama. Sedangkan senior bagi saya  merupakan orang-orang yang sangat saya teladankan, bagaimana dari cara ia berkorban untuk melatih kita sampai tidak kenal waktu dan mempersatukan kita dengan kehangatan yang mereka berikan. Namun disini bagi saya sudah tidak ada junior dan senior lagi, semua satu keluarga yang membawahi bendera dari Paskibra itu sendiri. Oleh karena itu banyak sisi positif yang dapat saya rasakan dari Paskibra. Janganlah kita selalu mempertanyaan mengapa tangkai bunga mawar yang indah harus berduri, tapi coba kita pikirkan mengapa di tangkai yang berduri terdapat bunga mawar yang indah

Salam hangat untuk PHOENIX.
-Ramadhan Syabilarrasyad (Ketua Paskibra SMAN 26 angkatan 26)-

                               Angan

Suatu saat, aku menjengkali daratan yang luas dan dunia. Kemudian terhenti di sebuah kota di benua biru. Dengan hawa dingin malam yang menusuk tulang serta kelap-kelip lampu menambah eksotisme keindahan malamnya. Aku bertemu seseorang. Di bawah menara nan megah ini. Matanya, rambutnya, wajahnya, dan senyumnya masih seperti dulu. Aku melontarkan senyum, Ia membalas nya melalui bibirnya yang manis. Masya Allah, begitu indah dan eloknya makhluk yang satu ini. Ah iya, malam sudah terlalu larut, sepertinya aku harus meninggalkan dimensi disini. 
"Ini tentang angan kawan...  Aku bebas...." 

Wednesday, June 26, 2013

Prespektif

Setelah gue pikir, ternyata apa yang di katakan sama Raditya Dika itu emang bener. Dalam menjalin persahabatan atau sebuah hubungan terkadang kita harus belajar dari anak kecil untuk bersifat apa adanya. Belajar untuk menjadi diri kita sendiri, jangan suka berbohong pada perasaan. Kalo emang ada hal yang nggak kita senangi pada diri teman kita, segera peringatkan. Karna teman yang baik adalah teman yang menegur temannya di kala temannya salah, bukan menjauhinya.

Melihat sisi dalam dari yang terdalam. Ini kaya yang pernah dibilang sama Kakashi Hatake (gurunya Naruto), intinya jadi manusia itu harus peka. Bisa ngeliat kondisi seseorang jauh dari dalam hatinya. Sebelum kita melampiaskan amarah ke seseorang coba liat kondisi dan posisikan diri kita jadi orang itu. Kalo lo punya sifat yang satu ini, pasti lo akan penuh toleransi kepada orang.


Wednesday, June 12, 2013

Pidato Gue

Ini adalah pidato gue saat ujian praktek Bahasa Indonesia di SMA. Gue mau posting disini karena gue merasa pidato yang gue bikin dan gue bacain itu sangat keren, sampe-sampe temen-temen dan guru gue yang ngedengerin itu pada diem semua (karena pada main handphone dan ada juga yang dengerin lagu. Bahkan beberapa diantara mereka itu ada yang ketiduran, mungkin karena terlalu fokus dengerin pidato gue). Yah mau gimana ceritanya pun gue mau share, siapa tau bisa jadi bahan refrensi buat temen-temen. Dan juga pasti nya ini jadi kenang-kenangan buat gue, bagaimana perjuangan gue buat lulus SMA, mendapatkan nilai di mata pelajaran Bahasa Indonesia...

Assalamualaikum Wr.Wb
Yang Saya hormati, Ibu Widya dan Ibu Pudji selaku guru Bahasa Indonesia kami Serta teman-teman kelas XII-IPS3 yang saya cintai.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah SWT karena berkah dan karunia NYA sehingga kita semua dapat berkumpul bersama di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat.

Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai.
Pada hari ini saya ingin menyampaikan pidato dengan tema “Mau kemana kita setelah SMA”. Namun sebelum saya memulai pidato, saya ingin memberikaan sebuah cerita yang mudah-mudahan dapat menginspirasi teman-teman sekalian. Cerita ini saya kutip dari sebuah buku kisah-kisah inspiratif.

Ibu guru dan teman-temanku sekalian,
Ada seorang laki-laki pengangguran di Amerika Serikat ingin melamar bekerja sebagai Office Boy di perusahaan Microsoft. Menejer mewawancarainya, kemudian menyuruhnya membersihkan lantai sebagai ujian. “Anda diterima bekerja. Berikan alamat email anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika anda dapat mulai bekerja,” kata Menejer tersebut. Pria itu menjawab, “Tapi saya tidak punya komputer, apalagi email.” “Maafkan saya, jika anda tidak memiliki email, itu berarti anda tidak ada. Dan yang tidak ada tidak dapat memiliki pekerjaan,” tambah menejer itu. Orang itu akhir nya tidak memiliki harapan lagi, Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, dengan hanya memiliki uang $10 di saku, Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10 kg tomat. Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah. Dalam waktu kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $60. Lelaki itu kemudian menyadari bahwa Ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan dagangannya hari demi hari. Uang keuntungan yang didapat yang didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri. 5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha besar food retailer di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan, broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi. Pria itu menjawab, “Aku tidak punya email”. Broker itu penasaran dan ingin tahu mengapa ia tidak punya email, “Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika anda memiliki email?” Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, “Ya, aku akan menjadi seorang Office Boy di Microsoft”.

Ibu guru dan teman-temanku sekalian,
Dari cerita di atas, dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa ketika satu pintu tertutup, maka pintu lain akan terbuka. Namun terkadang kita tidak melihat ada pintu yang terbuka. Kita selalu memaksakan kehendak kita ketika ingin mengejar kesuksesan. Alhasil itu membuat pintu yang terbuka di depan mata kita menjadi tidak terlihat.

Teman-temanku sekalian,
hal ini sebentar lagi akan kita alami. Beberapa saat lagi kita akan mulai melangkah pada awal kejenjangan karir kita. Mungkin beberapa dari kita masih berfikir “Mau kemana saya setelah lulus SMA ini, langsung bekerja, menggeluti hobi atau melanjukan ke perguruan tinggi? Lalu jurusan apa yang akan saya ambil? Bisakah nanti saya sukses?”. Pertanyaan itu harus dijawab oleh teman-teman sendiri, ukan oleh guru BK atau orang tua, dan jawaban itu terserah teman-teman semua. Pilihan teman-teman bukanlah pilihan yang buruk. Asalkan pilihan itu dari dasar hati teman-teman semua, pasti itu akan menjadi pilihan yang terbaik. Ini 2013, dimana kesuksesan diraih bukan hanya dari tingginya pindidikan yang kita ayomi atau dari jalur yang itu-itu saja. Tapi kesuksesan diraih dari kecintaan kita terhadap hal yang kita geluti.

Sebagai penutup saya ingin berpesan pada teman-teman semua.
Dimana ada kemauan disitu ada jalan, dan jalan bukan hanya ada satu. Sekalipun kau menemui jalan buntu, kau bisa tetap keluar dari jalan itu. Ingatlah, kita tidak pernah sendiri dikala berjalan. Ada Tuhan yang kan selalu ada bersamamu disaat kau tersesat sekalipun, dan ada sahabat-sahabatmu yang siap merangkulmu dikala kau letih.

Demikian pidato dari saya ini, kurang lebihnya saya mohon maaf...
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.